Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah Gratis Di Luar Negeri

Ada beberapa cara mendapatkan beasiswa kuliah gratis di luar negeri yang bisa dilakukan. Mulai dari persiapan berkas, kemampuan akademik dan non akademik yang mumpuni, serta faktor pendukung lain yang saling berkaitan.

Untuk menyiapkan semua itu tentu butuh waktu yang bukan sebentar. Perlu proses yang matang agar segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, pada posting kali ini, akan kita bahas apa saja yang bisa kamu lakukan mulai dari sekarang. Berikut selengkapnya:

Langkah-langkah cara mendapatkan beasiswa kuliah gratis di luar negeri

Cara mendapatkan beasiswa kuliah gratis di luar negeri

1. Persiapan berkas dan mental yang matang

Persiapan ini bukan hanya terkait dengan beasiswa yang ingin kamu daftar ya. Melainkan juga hal-hal yang secara tidak langsung kamu perlukan untuk pendaftaran beasiswa.

Misalnya, bagi kamu yang akan kuliah di luar negeri, sebaiknya persiapkan KTP (e-KTP) mulai dari sekarang. Nantinya, KTP tersebut digunakan untuk mengurus berkas-berkas terkait yang diperlukan sebagai syarat yang harus dilengkapi.

Selain itu, sebaiknya siapkan juga paspor sedini mungkin. Jangan sampai kamu kerepotan saat mengikuti seleksi dikarenakan belum sempat mengurusnya.

Selain persiapan berkas, kamu juga harus menyiapkan mental. Hal ini tidak boleh kamu anggap sepele ya. Karena, proses seleksi beasiswa itu nggak sebentar. Dapat memakan waktu yang panjang, mulai dari 3 bulan, bahkan ada yang sampai 1 tahun. Kamu harus siap dengan apapun hasilnya nanti. Siap gagal dan siap kecewa jika ternyata kamu belum lolos.

2. Kemampuan bahasa inggris

Menguasai bahasa inggris merupakan syarat yang harus dipenuhi jika kamu ingin mendaftar beasiswa di luar negeri. Seandainya jurusan kuliah atau kampusmu nanti nggak ada hubungannya dengan bahasa Inggris, maka kamu bisa mempelajari secukupnya saja. Yang penting bisa mencapai target score yang diminta oleh kampus.

Ketika kamu sudah di luar negeri, setiap hari akan mendengarkan bahasa Inggris, pasti akan bisa dengan sendirinya. Jadi jika kemampuan bahasa Inggrismu masih pas-pasan, jangan terlalu khawatir ya.

3. Menulis essay

Beasiswa apapun yang kamu ambil umumnya kamu akan diminta membuat essay. Ada juga proposal studi, rencana studi, dan lain-lain. Biasanya, di dalam essay ini kamu akan diminta menuliskan alasan kenapa kamu mendaftar beasiswa, serta program apa yang kamu ambil.

Ada juga beasiswa yang memintamu menceritakan kesuksesan yang pernah kamu raih, apa saja kontribusimu pada orang banyak yang dapat bermanfaat bagi mereka dan lain sebagainya.

Jadi meskipun kamu submit nya pada saat seleksi administrasi, tapi essay itu nanti akan digunakan pada saat kamu wawancara. Jadi sayang banget jika kamu nanti sudah lulus administrasi tapi nulis essay nya asal-asalan.

Karena nanti pada saat wawancara, essay tersebut akan digunakan sebagai bahan pada saat wawancara. Jadi, jangan cuman mengutamakan persyaratan administrasi saja dan yang lain kurang diperhatikan ya.

4. Motivation letter (surat motivasi beasiswa)

Motivation letter ini mencakup dua hal, yang pertama yaitu apa motivasi kamu mendaftar beasiswa dan yang kedua mengapa kamu layak mendapatkan beasiswa tersebut.

Jadi, dalam motivation letter itu kamu harus bisa menjelaskan dua hal tersebut. Uraikan dengan jelas apa motivasi atau tujuan kamu mendaftar beasiswa dan apa saja pertimbangan kamu layak menjadi penerima beasiswa tersebut. Ini mirip dengan menulis essay.

Sebaiknya, hindari menyiapkan essay dan motivation letter itu dalam waktu singkat. Karena hasilnya pasti kurang maksimal. Kamu harus menyiapkannya sejak lama sebelum kamu mendaftar beasiswa.

5. Surat rekomendasi beasiswa (recommendation letter)

Surat rekomendasi beasiswa ini isinya menjelaskan apa kekurangan dan kelebihan kamu menurut orang lain. Kamu bisa memintanya ke mantan dosen kamu atau ke mantan atasan, public figure, atau tokoh-tokoh yang kira-kira mereka mengenalmu. Sebaiknya, siapkan recommendation letter ini sejak awal agar mereka punya waktu.

Recommendation letter ini berperan penting ketika ada kandidat lain yang punya kualifikasi sama denganmu. Biasanya akan dilihat siapa saja yang memberikan rekomendasi ke kamu. Terutama untuk mendaftar ke kampus. 

Kalau beasiswa, rekomendasi dari siapa saja itu biasanya sama, tapi kalau untuk mendaftar ke kampus-kampus top atau besar, biasanya ini pengaruh. Tapi dengan catatan, kamu sudah memenuhi semua persyaratannya.

Ketika kamu bisa mendapatkan surat rekomendasi dari seorang tokoh bangsa, misalnya menteri luar negeri atau tokoh terkenal lain. Maka besar harapan kampus itu akan lebih memilihmu dibanding kandidat lain yang memiliki kualifikasi yang sama denganmu.

6. Menyiapkan daftar riwayat hidup (CV beasiswa)

Sebagai persiapan awal untuk membuat CV beasiswa, siapkanlah semua data yang diperlukan. Baik itu saat mengisi secara online di aplikasi beasiswa maupun melampirkan CV tersebut dalam bentuk file lain.

Sebaiknya, prioritaskan untuk menampilkan data yang paling relevan yang terkait dengan pendidikan atau beasiswa yang akan di ambil. Jadi, jangan hanya mengikuti template CV standar yang kebanyakan beredar di internet.

Cobalah untuk menyesuaikannya dengan profil kampus atau beasiswa yang akan di ambil. Sebaiknya, buatlah CV dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

7. Segeralah berburu Letter of Acceptance (LoA)

Untuk berburu LoA, kamu harus mencari informasi di kampus yang akan dituju. Bisa melalui websitenya, untuk mengetahui apa saja persyaratannya agar bisa mendaftar di kampus tujuan.

Setiap kampus mempunyai persyaratan dan prosedur yang berbeda-beda untuk bisa mendapatkan LoA. Setiap jenjangnya, baik itu S1, S2, dan S3, prosesnya juga berbeda. Maka, segeralah mencari informasi sebanyak mungkin dimana saja kamu bisa mendapatkannya. Jangan terpaku hanya pada website saja.

8. Wawancara

Setelah kamu lulus seleksi administrasi atau berkas-berkas beasiswa, biasanya di tahap wawancara ini akan lebih mudah, karena tidak banyak hal yang harus kamu siapkan. Wawancara pada umumnya untuk mengevaluasi kembali perihal apa yang sudah kamu submit sebelumnya di tahap seleksi administrasi.

Dan yang paling utama adalah untuk mendiskusikan essay yang sudah kamu tulis. Oleh sebab itu, saat tahap seleksi administrasi dan mengumpulkan essay itu jangan sembarangan. Karena essay ini yang nanti akan menjadi nyawa ketika wawancara berlangsung. Pertama, si pewawancara tentu akan memastikan apakah essay ini tulisanmu apa bukan? 

Biasanya pada saat wawancara ini kamu akan berhadapan dengan dua pihak yaitu pewawancara urusan akademik dan non-akademik. Wawancara akademik biasanya akan menanyakan terkait pilihan jurusan, kampus, rencana riset dan lain sebagainya sebagainya. Sedangkan non-akademik biasanya peran psikolog yang akan menanyakan hal-hal diluar pendidikan, misalnya, tentang dukungan orang tua, motivasi, dan lainnya.

 
Penutup

Itulah beberapa cara mendapatkan beasiswa kuliah gratis di luar negeri. Artikel ini bersumber dari pengalaman orang hebat yang telah berhasil meraih beberapa beasiswa di luar negeri. Untuk lebih jelasnya, lebih lanjut dapat Anda lihat detailnya di channel youtube Budi Waluyo.


Rio Ve
Rio Ve Blogger

Posting Komentar untuk " Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah Gratis Di Luar Negeri"