Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kata-kata Perjuangan Kuliah Sampai Wisuda

Kata-kata perjuangan kuliah sampai wisuda ini adalah kisah perjalananku menggapai mimpi untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Tulisan ini menggambarkan perjuangan kuliahku secara singkat. Meski demikian, semoga Ada pelajaran yang dapat di ambil dari kisah ini. 

Karena, tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Walaupun dari keluarga miskin, tapi itu bukanlah halangan selama kita tidak menyerah dengan keadaan.  

Kata-kata perjuangan kuliah sampai wisuda

Kata-kata perjuangan kuliah sampai wisuda


1. Setelah Lulus SMA, aku harus menabung selama setahun untuk mengumpulkan biaya pendaftaran Kuliah

Kebetulan aku terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Rasanya mustahil untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bagiku saat itu, kuliah hanyalah mimpi.

Saat lulus SMA pada tahun 2007/2008, aku memutuskan untuk bekerja di bangunan ikut perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi listrik. Hanya bertahan setengah bulan, aku harus pulang karena sakit.

Setelah sembuh, sekitar sebulan kemudian aku ditawari bekerja honorer di Instansi KUA di salah satu Kecamatan di Lampung dengan gaji saat itu sebesar Rp 150.000. Setelah bekerja genap selama setahun, dengan semua gaji yang kutabung tersebut, aku nekat daftar Kuliah meskipun belum cukup. 

2. Terpaksa mengambil kelas Karyawan dan harus bekerja sambil Kuliah

Cerpen tentang perjuangan kuliah

Setelah perjuangan mengumpulkan biaya hingga berhasil daftar kuliah, aku tetap bekerja seperti biasa di hari senin sampai jumat. Karena kebetulan aku ngambil kelas karyawan, jadi masuk kuliahnya hari sabtu dan minggu saja.

Meskipun cuma 2 hari, tapi full day dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Ini adalah satu satunya pilihan agar aku bisa tetap kuliah meskipun sambil bekerja.

Di sisi lain, kerja sambil kuliah tentu sangat menguras tenaga dan fikiran. Apalagi terkadang serasa di kejar waktu ketika di buru tugas pekerjaan dan tugas kuliah yang harus selesai tepat waktu.

3. Kuliah di Jurusan Sistem Informasi tapi tidak punya Komputer/Laptop

Kisah Inspiratif mahasiswa Miskin


Jika ingat saat kuliah dulu, aku termasuk salah satu dari beberapa teman yang tidak punya komputer/Laptop. Padahal, kuliah di jurusan Sistem Informasi yang identik dengan komputer, seharusnya ya wajib punya Laptop.

Akan tetapi, jangankan buat beli Laptop, buat bayar biaya kuliah per semester saja aku harus memutar otak. Karena gajian yang kukumpulkan selama 6 bulan masih belum cukup untuk biaya per 1 semesternya.

Untung saja ada doa orang tua dan seorang pahlawan (Nenek) yang mengurusku dari kecil hingga aku bisa kuliah.

4. Harus menempuh perjalanan 40 km ke Kampus dan sering kehabisan bensin di jalan

Kisah perjuangan seorang Mahasiswa


Jarak dari rumah ke kampus biasanya ku tempuh 1 jam perjalanan menggunakan motor atau sekitar kurang lebih 40 km. Ya, butuh minimal 4 liter untuk perjalanan 2 hari pulang pergi.

Karena kebetulan motor yang kupakai itu motor lawas (tua) jadi ya kadang ada saja masalah. Mulai dari sering mogok di jalan karena kabelnya korslet hingga sering kehabisan bensin karena lumayan agak boros.

5. Di semester 1 tanganku patah tulang karena jatuh dari motor saat berangkat ke kampus

Di suatu pagi ketika masih kuliah semester 1, saat itu memang aku agak buru-buru karena bangun tidur agak kesiangan. Karena kebetulan malamnya hujan, jadi jalanan agak licin.

Salahku saat itu, karena takut sepatu kotor, jadi kaki yang seharusnya di posisi bawah untuk ngerem malah tidak pada tempatnya. Singkat cerita, akhirnya aku dan motorku jatuh tersungkur karena ngerem mendadak dan terpeleset pasir di tengah aspal. 

Setelah kejadian tersebut, aku nekat ke kampus naik motor dengan satu tangan selama lebih kurang 2 bulan. Setelah 4 tahun lamanya tanganku pulih normal hingga bisa dipakai lagi untuk bermain Voli.

6. Sering kena tilang karena motor mati pajak

Ketika berangkat atau saat pulang dari kampus, rasanya sungguh tidak tenang diperjalanan karena memakai motor yang mati pajk. Ya namanya juga motor lawas, jadi ya butuh biaya besar jika harus mengurus pajaknya.

Jadi, terkadang pas kebetulan apes ya terpaksa kena tilang Pak Pol. Padahal sudah hafal hampir semua jalan tikus di lalui demi menghindarinya. 

7. Sering memakai pakaian itu itu saja karena belum mampu beli yang baru

Cerita perjuangan menjadi mahasiswa


Selama 4 tahun kuliah, rasanya jarang sekali beli pakaian baru. Bisa dihitung jari lah... Tapi, mau gimana lagi, paling-paling ya cukup pakai almamater sebagai baju andalan. 

Rasanya, sudah tak ada lagi rasa gengsi atau sejenisnya, biarlah orang memandang apa yang penting aktifitas kuliah tetap berjalan baik.

8. Terpaksa ikut Study Tour ke Jogja-Bandung meski mabuk kendaraan 2 hari 2 malam

Kisah perjuangan kuliah sampai wisuda


Salah satu persyaratan agar bisa mengajukan judul Skripsi di kampusku saat itu adalah wajib mengikuti Kunjungan Industri atau Study Tour, lah.

Meski mempunyai riwayat mabuk kendaraan ketika melakukan perjalanan naik mobil/kapal, Aku terpaksa ikut karena tak ada pilihan lain. Jadi, selama perjalanan berangkat dari Lampung ke jogja kurang lebih 2 hari 2 malam, aku mabuk kendaraan sangat parah.

Di sisi lain, saat itu juga kondisi keuangan cukup sulit karena aku punya duit buat sangu hanya 250 Ribu Rupiah untuk perjalanan kurang lebih 6 hari pulang pergi. Tapi, aku bersyukur karena dengan kejadian itu telah memberiku kesempatan untuk bisa jalan-jalan ke pulau jawa bersama para sahabat yang tak kan mungkin terlupa.

9. Akhirnya, terpaksa pinjam uang di Bank untuk bayar biaya Skripsi

Cerita perjuangan masuk kampus


Mengurus Skripsi itu butuh biaya yang tidak sedikit. Apalagi karena aku tidak ngekos. Jadi, biaya transport membengkak saat harus bolak balik rumah-kampus buat bimbingan skripsi.

Hampir saja putus asa karena sebulan sebelum batas akhir ujian skripsi, masih banyak PR yang harus segera di selesaikan. Mulai dari Skripsi yang belum rampung hingga masalah biaya yang harus segera di lunasi.

Setelah urusan bimbingan telah beres, karena waktunya mepet dan segala usaha telah di kerahkan pinjam uang sana sini masih belum cukup, akhirnya aku terpaksa pinjam Bank agar bisa mengikuti Ujian Skripsi.

10. Tidak ditemani orang tua saat Wisuda

kata-kata perjuangan wisuda mahasiswa


Setelah masa-masa akhir perkuliahan, acara Wisuda menjadi momen yang sangat spesial bagi mahasiswa. Tapi, saat momen tersebut tiba, aku termasuk salah satu dari sebagian kecil mahasiswa yang tidak ditemani orang tercinta/orang tua.

Ya, meskipun rasanya campur aduk saat itu, namun aku tetap bahagia dan bersyukur karena bisa meraih mimpi untuk bisa kuliah dan rampung tepat waktu selama 4 tahun.


Penutup

Demikianlah kata-kata/cerita perjuangan perjalanan kuliah ku hingga sampai wisuda. Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman yang saat ini sedang berjuang untuk meraih apa yang diharapkan.

Baca juga :
Rio Ve
Rio Ve Ikatlah ilmu dengan menulis

Posting Komentar untuk "Kata-kata Perjuangan Kuliah Sampai Wisuda"